Home » , , » Curug Coffee, Kopi Robusta Lampung Dari Kebun Rakyat Tanggamus

Curug Coffee, Kopi Robusta Lampung Dari Kebun Rakyat Tanggamus

Written By Evi Sri Rezeki on Selasa, 08 September 2020 | 23.53

 

Curug Coffee, Kopi Robusta Lampung Dari Kebun Rakyat Tanggamus
Curug Coffee, Kopi Robusta Lampung Dari Kebun Rakyat Tanggamus

Gaung kopi robusta Lampung sudah lama tersiar. Provinsi Lampung adalah penghasil kopi robusta kedua terbesar di Indonesia. Namun sayangnya kuantitas tidak melulu mengikuti kualitas. Banyak yang masih menyangsikan rasa dari kopinya sendiri. Setelah beberapa kali berkunjung ke Lampung, si Jamur Kembar justru mendapatkan rasa kopi yang menarik. Termasuk Curug Coffee dari kebun rakyat Tanggamus.

 

Bisa dibilang Provinsi Lampung menjagokan kopi robusta sebagai salah satu komoditasnya. Menurut data Kementerian Pertanian – Direktorat Jenderal Perkebunan 2018, Lampung memproduksi kopi robusta sebanyak 106.716 ton dari luas lahan 156.919 Ha. Dari luas perkebunan tersebut ada kebun kopi rakyat Tanggamus.

 

Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Dari situlah Curug Coffee yang diproduksi oleh Maxlare Coffee berasal. Jamur Kembar terutama Jamur Twini awalnya tertarik sebab Namanya cukup unik.

 

BACA JUGA Kopi Gading Cempaka, Kopi Premium dari Bengkulu


Curug Coffee, Kopi Robusta Lampung Dari Kebun Rakyat Tanggamus

Kenapa curug ya namanya? Dalam Bahasa Sunda, curug artinya air terjun. Apakah dalam Bahasa Lampung atau Tanggamus punya pengertian lain? Ternyata menurut Mabrur, pemilik Maxlare Coffee, memilih nama curug memang mengambil dari Bahasa Sunda.


Lokasi perkebunan kopi robusta Tanggamus
Lokasi perkebunan kopi robusta Tanggamus - Sumber foto Google Maps

Curug mewakili lokasi dari tumbuhnya kopi robusta. Di dekat air terjun Batu Lapis, kebun rakyat Tanggamus terhampar. Di bawah naungan pohon gamai, petai lamtoro, dan alpukat, pohon-pohon kopi bertumbuh subur. Ketinggian tanahnya mencapai 900 mdpl bahkan ada yang 1350 mdpl. Untuk ketinggian tersebut sebetulnya cocok ditanami arabika.

 

Petani kopi Tanggamus menyewa lahan kepada Dinas Kehutanan Provinsi yang disebut sebagau HKM (Hak Kelola Masyarakat). Beberapa produsen kopi sebetulnya telah menjadi pembeli tetap kopi kebun rakyat Tanggamus baik untuk kebutuhan ekspor maupun impor. Salah satunya Maxlare Coffee.

 

Kebun kopi robusta Tanggamus
Kebun kopi robusta Tanggamus - Sumber foto Maxlare Coffee


Maxlare Coffee sendiri merupakan rumah produksi, tempat kolaborasi petani, prosesor, dan distributor. Maxlare mengingatkan Jamur Kembar pada novel Multatuli yang berjudul Max Havelaar. Ketika dikonfirmasi pada Kang Mabrur, beliau menjawab terinspirasi dari novel tersebut. Sebab salah satu tokoh utamanya makelar kopi yang jenaka.

 

Menariknya lagi, Maxlare Cofee mengambil spirit dari novel Multatuli. Maxlare Coffee berusaha memberi penyadaran di tataran akar rumput terutama petani kopi agar bangkit dari ketertindasan yang tidak disadari.

 

“Aku melihat kebun kopi rakyat mengalami hal yang sama seperti di novel Max Havelaar. Biaya produksi di level pertanian kopi kurang diperhitungkan oleh penentu harga,” ucap Mabrur.

 

Pohon kopi robusta di kebun rakyat Tanggamus
Pohon kopi robusta di kebun rakyat Tanggamus - Sumber foto Maxlare Coffee


Langkah-langkah yang dilakukan oleh Maxlare Coffee pertama-tama membangun budaya petik ceri kopi merah. Hal tersebut untuk menghidari petani memanen secara asalan. Selanjutnya memberikan harga yang memperhitungkan biaya produksi. Maxlare Coffee ini juga memberikan contoh pada para petani bagaimana mengolah kopi paska panen agar hasilnya lebih berkualitas.

 

BACA JUGA Makan dan Ngopi Bernuansa Vintage Retro di Kopitera


Curug Coffee, Fine Robusta dengan Honey Process

Saat membuka kemasan Curug Coffee menguar aroma buah khas honey process. Jamur Kembar sedikit terkejut sebab baru kali ini merasakan kopi robusta dengan cara pengolahan ini. Rupanya Jamur Kembar kudet, nih! He he he.

 

Curug Coffee diolah dengan honey process karena metode pengolahan ini cukup dekat atau bisa dibilang mirip dengan pengolahan kopi tradisional masyarakat desa Tanggamus. Sehingga memudahkan tim Maxlare Coffee untuk proses penetrasinya ke masyarakat.

 

Proses pengolahannya beberapa tahap. Pertama, sortasi ceri kopi. Kedua, ceri kopi dicuci. Ketiga, ceri kopi dikupas dengan mesin pulper. Keempat, biji kopi difermentasi semalam. Terakhir dijemur. Proses penjemuran ini sengat bergantung pada cuaca agar kadar air dalam biji kopi mencapai 12%.

 

Jamur Kembar sudah tidak sabar untuk minum Curug Coffee karena wanginya saja sudah buat ngiler. Roasting profile kopi robusta Lampung satu ini medium. Bentuk masih biji sehingga Jamur Kembar menggilingnya grind size medium juga.

 

Percaya pada hidung, kira-kira itu yang Jamur Kembar tanamkan saat menyicip kopi. Aroma kering Curug Coffee honey process ini paduan antara kacang merah, gula semut, dan alpukat. 10gram kopi Jamur Kembar tuangkan 150ml air (aqua). Perbandingannya 1:15. Kami diamkan selama 4 menit. Ya, kami mencobanya dengan metode tubruk.

 

Curug Coffee 10gram
Curug Coffee 10gram


Setelah 4 menit berlalu, Jamur Kembar break kopinya. Aroma yang tercium adalah kacang merah dan gula semut. Aroma alpukatnya menghilang.

 

Curug Coffe honey process ditubruk
Curug Coffe honey process ditubruk


Cepat-cepat Jamur Kembar seruput kopinya sebelum jadi dingin. Rasanya menarik sekali. Mirip bubur kacang merah yang dicampur tape ketan hitam. Bisa dibilang rasa kacang merahnya ini konsisten. Salt, acid, dan sweet-nya tinggi dengan low bitter. Mouth feel-nya creamy dengan body tebal. Semakin dingin, bitter-nya meningkat. Enak banget pokoknya! Tidak berlebihan bila Curug Coffee menahbiskan kopi ini sebagai fine robustaRasa memang urusan selera sih, tapi Jamur Kembar menilai bahwa Curug Coffee pantas maju ke kancah nasional maupun internasional. 

 

Maxlare Coffee

Geliat pergerakan para pelaku kopi untuk menyejahterakan rakyat selalu memikat untuk diikuti. Ini bukan sekadar cerita, lebih dari itu usaha menggedor kesadaran bahwa setiap lapisan masyarakat mesti menciptakan atmosfer berkeadilan dan kemakmuran.

 

Maxlare Coffee dari Kabupaten Tanggamus memiliki cita-cita menghargai petani kopi rakyat, menciptakan petani yang profesional secara kinerja dan harga komoditasnya. Maxlare Coffee yang berdiri tahun 2019 ini juga memberi porsi pada perempuan untuk terjun mengolah kopi.

 

Untuk menyerap kopi robusta Lampung terutama daerah Tanggamus, Maxlare Coffee membuat beberapa varian Curug Coffee. Ada robusta honey process, full wash, dan house blend dengan perbandingan 70:30 (robusta honey dan arabika fullwash Takengon). Varian ini berbentuk ground coffee, roasted beans, juga green beans (honey, full wash, dan natural)


Curug Coffee, Kopi Robusta Lampung Dari Kebun Rakyat Tanggamus
Curug Coffee, Kopi Robusta Lampung Dari Kebun Rakyat Tanggamus

 

MaxLare Coffee

Virtuous Indonesian coffee broker.

We take advantage with the people to have fun together.

WA: +6282382813889

Instagram: @Maxlare.Co

 

“Sebab kita bersukatjita bukan karena memotong padi; kita bersukatjita karena memotong padi jang kita tanam.” -Max Havelaar-

 

Begitulah dalam secangkir kopi selalu ada kisah. Dongeng alam dan manusia yang berkelindan. Semoga Curug Coffee, kopi robusta Lampung dari kebun rakyat Tanggamus menjadi spirit yang menyebar ke seluruh penjuru negeri. Kopi yang ditanam, diolah, dan diminum oleh masyarakatnya.

SHARE

About Evi Sri Rezeki

0 komentar :

Posting Komentar