Home » , , , , , » Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh

Written By Evi Sri Rezeki on Rabu, 08 Mei 2019 | 06.13


Kalau ada yang nanya sama si Jamur Kembar makanan Nusantara apa yang paling sering dimakan? Jawabannya adalah… jeng-jeng-jeng! Masakan Sunda dan nasi Padang. Huahaha… mentang-mentang orang Sunda, ya. Kalau nasi Padang sih siapa yang nggak demen? Plis atuhlah si Jamur Kembar harus nyobain banyak-banyak kuliner Nusantara biar khazanah rasanya berkembang. Makanya si Jamur Kembar nyicip sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Ratri Chibi, Evi, dan Eva menyantap sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh


Rumah Makan Legoh berada di daerah sekitar Dago tepatnya di Jl. Sultan Agung No. 9 Bandung. Patokannya gampang banget, dari pertigaan Dago sebelum stopan ke arah BIP ada SMP St. Aloysius. Nah, depan SMP itu, deh. Buat parkirannya sendiri memang nggak terlalu luas. Tapi tenang, bisa pinggir jalan dan aman. Tempat makan ini buka dari jam 11.00 sampai 21.00 WIB. Jadi kalau mau makan siang melipir aja ke sini.

Cerita Tentang Rumah Makan Legoh
Saat menyambangi Rumah Makan Legoh, si Jamur Kembar ditemani Ratri Chibi sang kuncen tempat makan ini. Hi hi hi. Menurut Ratri, Rumah Makan Legoh buka dari tahun 2004. Dulu sih, lokasinya nggak di sini. Ruangannya masih mungil. Konsep makanannya konsisten menyajikan masakan Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Ratri Chibi, Evi, dan Eva menyantap sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh

Interior dan Eksterior Rumah Makan Legoh
Ruangan Rumah Makan Legoh ini semi outdoor. Dari pintu masuk ada semacam food court mini. Berbagai penganan dan ada juga Warung Kopi Nyaring yang menyajikan kopi dan teh istimewa.

Masuk agak ke dalam terdapat deretan meja dengan taplak pink garis-garis. Nuansanya mengingatkan si Jamur Kembar dengan tempat makan tradisional. Mirip-mirip rumah makan Padang juga. Karena memang semi outdoor, kami jadi bisa melihat kesibukan sekitar. Meski di pinggir jalan dan terbuka, ruangannya bersih dan nyaman.

Kopi dan Teh dari Warung Kopi Nyaring
Kopi dan teh dari Warung Kopi Nyaring berasal dari local alias Nusantara. Misalnya kopinya dari Ciwidey sedang tehnya dari Pekalongan, Solo, Cirebon, Purwokerto, dan teh-teh lokal lainnya.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Kopi Noni dari Kopi Nyaring

Penamaan Warung Kopi Nyaring sendiri sebetulnya sederhana karena proses pembuatan kopinya disaring. Saringan panjang seperti kaos kaki yang biasa ditemukan di Aceh atau Pontianak. Si Jamur Kembar pesan Kopi Noni dan Teh Otong Koil yang paling istimewa di sana.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Teh Otong Koil dari Kopi Nyaring

Kopi Noni
Kopi Noni sekilas mirip kopi susu yang hits sekarang ini. Namanya diambil dari panggilan buat perempuan Belanda yang tinggal di Nusantara yaitu Noni. Konon mereka suka minuman hangat seperti rum. Kopi yang berbahan dasar kopi robusta Ciwidey, susu, dan gula aren dicampur rum ini punya rasa yang unik.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Kopi Noni dari Kopi Nyaring

Sensasi Kopi Noni ini menyebar di mulut. Manis dari rum ini nge-blend sama kopinya, memberi kehangatan ke tenggerokkan sampai perut. Enak pokoknya!

Teh Otong Koil
Namanya menggelitik ya? Buat penggemar band Koil pasti kenal Otong. Nah, yang meracik teh ini adalah Otong Koil. Jadi namanya dari nama orang. Teh yang berbahan dasar teh Jawa ini dicampur rum sedikit. Teh yang diseduh panas dan langsung disajikan sehingga daun-daun tehnya masih mengambang di pitcher makanya disediakan saringan. Bagi yang suka manis, tinggal beri gula batu sesuai selera.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Teh Otong Koil dari Kopi Nyaring

Bagi Jamur Kembar, minum teh Otong Koil ini pengalaman tersendiri. Adanya saringan mengingatkan kami akan suasana minum teh di rumah. Wangi bunga dari teh meruap ke hidung. Pertama-tama si Jamur Kembar nyobain teh tanpa gula. Ternyata udah manis, loh kayak rasa karamel gitu. Kami campur gula sedikit enggak bikin karakter the maupun rumnya hilang. Mantep banget!

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Menu makanan di Rumah Makan Legoh ini lumayan lengkap. Mulai dari makanan ringan seperti keju aroma dan pilihan makanan berat seperti nasi Nusantara, nasi goreng, sayuran, seafood, dan mi.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh

Ada tiga pilihan nasi: nasi putih, rawit, dan daun jeruk. Si Jamur Kembar sama-sama milih nasi daun jeruk dong. Nggak ada yang mau ngalah milih yang lain he he he. Buat kawan nasinya kami pesan Sapi Cuka Sambal Dabu dan Cakalang Cabe Ijo. Sambil nunggu makan besar, keju aroma pun terhidang.

Keju Aroma
Siapa yang nggak kenal sama keju aroma. Camilan ini terkenal di mana-mana terutama di Bandung. Ternyata usut punya usut yang menjadi pelopor dan memopulerkan adalah Rumah Makan Legoh. Keju aroma sebetulnya terinspirasi dari pisang aroma. Ide awalnya karena kerepotan. Eh, gimana? Jadi kalau kita beli pisang kan, agak susah ya tahu mana pisang yang matang, mana yang manis dan mana yang kesat? Kalau keju lebih konsisten rasanya. Makanya sebagai pengganti pisang aroma dibikinlah keju aroma. Bisa dikatakan, inovasi yang terbentuk dari kerepotan. He he he.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Keju aroma dari Rumah Makan Legoh

Keju aroma ini berupa keju dan gula yang dibalut kulit lumpia. Keju empuk berpadu dengan kulit lumpia goreng yang crunchy. Yummiiiii…!

Nasi Daun Jeruk
Nasi daun jeruk ini nasi yang ditumis sama daun jeruk dan bawang. Wanginya… nggak nahan! Gurih daun jeruk dan bawang sensasinya kayak makan nasi nasi goreng. Nggak pakai makanan lain juga udah enak sih ini.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Nasi daun jeruk dari Rumah Makan Legoh

Sapi Cuka Sambal Dabu
Sapi cuka sambal dabu merupakan masakan khas Manado. Potongan-potongan daging sapi yang dibumbu marine cuka selama seharian atau semalaman baru digoreng. Sederhananya daging sapi goreng dengan bumbu cuka. Cocok banget kalau dilahap dengan sambal dabu. Dan kalau di Rumah Makan Legoh dipadankan juga dengan kol goreng.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Sapi cuka sambal dabu dari Rumah Makan Legoh

Begitu daging sapi ini menyentuh lidah, rasa asamnya nonjok banget! Dagingnya empuk jadi mudah dikunyah. Rasanya gurih, asam, dan pedas yang pas dari sambal dabu. Nah, apalagi kalau dimakan bareng kol goreng nambah sensasi manis. Asli Manadonya nggak ada kol goreng tapi karena ini di Bandung yang notabene orangnya kurang kuat makan asam jadi buat mengurangi rasa asam ditambahlah manis kol. Perkawinan khas Manado dan Sunda. Semua elemen rasa itu berpadu dengan pas.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Sapi cuka sambal dabu dari Rumah Makan Legoh

Cakalang Cabe Ijo
Kata Ratri, ikan cakalang di Manado tuh ngetop sekali. Cakalang masih saudaraan sama ikan tongkol. Ikan cakalang ditumis sama bawang, cabe ijo, dan kemangi. Rasa ikannya gurih tongkol gitu, pedasnya samar cocok buat yang baru belajar makan pedas. Segar banget dimakan sama kemanginya.

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh
Cakalang Cabe Ijo dari Rumah Makan Legoh

Harga Makanan dan Minuman
Harga minuman Kopi Nyaring berkisar antara Rp10.000,- sampai Rp20.000,-
Harga makanan ringan berkisar antara Rp10.000,- sampai Rp15.000,-
Harga makanan berat berkisar antara Rp15.000,- sampai Rp32.000,-

Sajian Nusantara di Rumah Makan Legoh masih banyak banget. Si Jamur Kembar belum terpuaskan kepenasarannya. Jadi kami pasti akan mampir ke sini lagi. Tentunya bareng Ratri Chibi yang wawasan kulinernya luas banget. Sekalian kami belajar gitu. Nah, buat kamu yang cari menu berbuka puasa yang unik dan menambah khazanah makanan Nusantara, yuk, mampir ke Rumah Makan Legoh.


Rumah Makan Legoh
Jl. Sultan Agung No. 9 Bandung
Buka jam 11.00 – 21.00 WIB
IG: @rmlegoh

SHARE

About Evi Sri Rezeki

0 komentar :

Posting Komentar