Home » , » Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra

Written By Evi Sri Rezeki on Kamis, 09 Maret 2017 | 01.53



Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra  

 
Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra - Jamur Kembar akan sedikit menceritakan sejarah kopi di Priangan. Biji kopi dari Priangan sempat menjadi primadona di Eropa dan Amerika sampai awal abad ke-20. Biji kopi di sini adalah biji kopi Arabika. Nusantara, khususnya Pulau Jawa pernah menjadi penghasil kopi utama di dunia.

Sejarah Kopi Priangan
Pada akhir abad ke-17, menurut sejarah, Belanda membawa bibit kopi ke Nusantara dan ditanam di Batavia. Usaha itu mengalami kegagalan karena terkena banjir. Usaha selanjutnya, bibit kopi ditanam di Priangan dan berhasil. Bibit kopi yang berhasil dibawa ke laboratorium penelitian di negeri kincir angin. Dari sana bibit kopi itu pun menyebar hingga pelosok-pelosok dunia. Maka tak heran jika bibit dari tatar Sunda menjadi salah satu cikal bakal kopi di dunia. Sayangnya masa keemasan ini berakhir karena hampir seluruh perkebunan kopi di Priangan terkena hama karat daun. Hal lain yang menyebabkan kepunahan perkebunan kopi Arabika di Priangan karena terjadi erupsi gunung Guntur.

Belanda kemudian memboyong bibit kopi Robusta, Liberica, dan Excelsa untuk ditanam di Nusantara. Kopi Robusta ternyata lebih tahan hama dan bernilai ekonomi dari pada kedua jenis kopi lainnya. Maka mulailah zaman keemasan kopi Robusta di Priangan.

Mulai akhir abad ke-20 ini kopi Arabika kembali ditanam di tanah Priangan. Geliat perkebunan kopi Arabika sudah bisa terlihat di mana-mana termasuk di Bandung. Agaknya, masa keemasan kopi Arabika segera kembali. Bedanya, jika zaman kolonial, kamu akan sulit sekali menikmati kopi-kopi terbaik Priangan, sekarang kamu bisa dengan bebas meminumnya.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra

Kopi Mang Japra salah satu brand yang mengusung pertumbuhan dan pengenalan kembali kopi Priangan di Bandung. Japra sendiri adalah akronim dari JAVA PREANGER. Dari namanya saja Jamur Kembar sudah bisa mengetahui bahwa Kopi Mang Japra itu kopinya Priangan. Produk utama Mang Japra sebetulnya adalah roast bean atau biji kopi yang sudah dipanggang dan bubuk kopi, namum Mang Japra juga memiliki sebuah kedai kopi yang nyaman. Nah, Jamur Kembar beberapa kali sempat berkunjung ke kedai Mang Japra.

Tempat dan Pelayanan Mang Japra
Kalau kamu lagi di Bandung, mampirlah ke jalan Salendro Raya No. 17B daerah Buah Batu. Di sana ada kedai kopi Mang Japra. Kamu bisa memarkir mobil dan motor di halaman depan kedai ini. Walaupun kapasitasnya tidak begitu banyak. Soal keamanan sih dijamin aman.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Halaman Kedai Kopi Mang Japra

Halaman depan Mang Japra berhias dua motor antik berupa vespa dan bekjul. Begitu masuk ruangan kita bisa melihat tata ruang sederhana dan hangat. Potret-potret bagunan dan suasana Bandung tempo dulu menggantung di dinding-dinding. 

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Potret bangunan Bandung tempo dulu

Dinding sebelah kiri berhias semacam poster berupa sejarah singkat kopi Priangan. Dindingnya sendiri perpaduan antara tatanan bata merah, kayu, dan tembok putih.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Ornamen Kedai Kopi Mang Japra

Beberapa sudut berdiri ornamen-ornamen seperti kaca bulat, sepeda antik, dan pernak-pernik klasik. Ada juga grinder-grinder klasik yang dipajang cantik.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Grinder kopi klasik

Kamu bisa bersantai dengan duduk di kursi ukiran. Furnitur ini mengingatkan Jamur Kembar pada suasana rumah zaman baheula. Setiap meja telah dilengkapi buku menu dan kalau mau pesan bisa langsung mendatangi kasir atau memanggil baristanya.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Furnitur Kedai Kopi Mang Japra


Sekilas Tentang Kopi Mang Japra
Jamur Kembar bertemu dengan pemilik Mang Japra yaitu Kang Roni Haryanto dan Kang Deny Adialaksana. Kang Roni bercerita mengenai visi misi dari Mang Japra ini. Menurut Kang Roni, Jawa Barat adalah salah satu provinsi penghasil kopi berkualitas di Indonesia, tidak kalah dengan kopi dari daerah lain yang sudah mendunia  seperti Aceh-Gayo; Toraja; Wamena, dll. Kopi yang dihasilkan dari tanah Sunda pun memiliki karakteristik unik dan kuat sehingga mulai diincar para penikmat kopi di dunia terlebih setelah beberapa produk kopi dari dataran tinggi di Jabar bisa meraih penghargaan tingkat nasional dan dunia.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kang Roni Haryanto dan Kang Deny Adialaksana, pemilik Kopi Mang Japra
Banyak yang belum menyadari bahwa Jawa Barat dikelilingi kebun atau hutan kopi. Menurut catatan Dinas Perkebunan, lahan perkebunan di Jawa Barat saat ini, berdasarkan data BPS mencapai 494.900 hektare atau 13,28 persen dari luas total wilayah Provinsi Jawa Barat . Tanaman kopi tersebar mengelilingi wilayah Jabar mulai dari dataran tinggi Lembang, Manglayang, Pangalengan, Ciwidey, Sumedang, Garut, Bogor, Sukabumi, serta masih banyak daerah lainnya. 

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kemasan Kopi Mang Japra

Mang Japra bermaksud memunculkan ikon sosok orang Sunda asli dengan nama khas yang  klasik dan "nyunda". Maka lahirlah kopi Mang Japra sebagai salah satu cara Kang Roni dan Kang Deni untuk lebih mengenalkan kopi asli dari tatar Sunda.

Pengolahan Kopi Mang Japra
Kang Roni dan Kang Deny berkeliling Jawa Barat mencari biji kopi pilihan agar dapat diracik sedemikian rupa sehingga menghasilkan kopi berkualitas utuk dinikmati.

Melalui proses yang sangat teliti, Kang Roni dan Kang Deni hanya memilih buah kopi yang matang untuk selanjutnya difermentasi kemudian melalui proses pulper dan huller. Pengeringan biji kopinya pun alami menghasilkan biji kopi dengan kadar air 9 - 11%. Selanjutnya biji kopi disangrai dengan menggunakan sistem hot air roasting.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra bentuk powder

Di kedai itu pula, Jamur Kembar bisa melihat setengah dari pengolahan kopi Mang Japra. Kang Roni dan Kang Deni secara manual memilih dan memilah tiap biji kopi yang masuk sehingga dalam setiap kemasan kopi Mang Japra biji-bijinya pasti bagus. Kemudian dikemas dengan kemasan food grade transparant agar terlihat lebih jujur, bersih, dan berkualitas dalam bentuk roast bean (biji kopi matang) dan powder (kopi bubuk). Tentunya tanpa pengawet dan pewarna.

Alunan Rasa Dalam Secangkir Kopi
Dalam khasanah sastra Sunda ada yang bernama pupuh, puisi lisan yang dinyanyikan. Ada sekitar 17 pupuh yang dikelompokkan dalam dua jenis yaitu Sekar Ageung dan Sekar Alit. Setiap pupuh memiliki karakteristik isi tersendiri. Jamur Kembar sering mendengarkan pupuh ini sewaktu kecil.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra diseduh dengan V60

Lalu apa hubungannya pupuh dengan kopi Mang Japra? Jadi karena Mang Japra mengedepankan kopi Priangan, untuk penamaan produknya pun kental berbau Sunda. Maka dipilihlah nama-nama pupuh. Ini juga sebagai wujud turut melestarikan ciri khas budaya Sunda yang sudah mulai punah.

Produk Roast Bean Mang Japra

Kinanti: Single origin Arabica dark roast. Kopi Kinanti ini berwarna gelap dan mengilap. Cocok buat milk based coffee seperti Cappuccino dan Café Latte. Atau buat penggemar kopi pahit cocok banget jika tidak ditambah susu. Tersedia dalam dua pilihan roast bean dan powder kemasan 100 gram dengan harga Rp26.000,-. Untuk satu gelasnya seharga Rp10.000,-.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra Kinanti

Pupuh Kinanti menggambarkan kekhawatiran, penantian, dan kasih sayang. Jamur Kembar pikir kenapa kopi ini bernama Kinanti karena penantian itu rasanya pahit :D

Salendro: Origin Arabica medium roast. Rasanya asam, ada rasa karamelnya, dan rasa lain tergantung metode pembuatannya. Tersedia dalam dua pilihan roast bean dan powder kemasan 100 gram dengan harga Rp26.000,-. Untuk satu gelasnya seharga Rp10.000,-.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra Salendro

Salendro bukanlah pupuh melainkan tangga nada dalam gamelan Sunda atau Jawa. Salendro terdiri dari lima nada yang berdekatan berjarak satu oktaf. Jika dihubungkan dengan kopi barangkali kopi Salendro ini karena medium roast bisa berubah-ubah rasa sesuai metode pembuatannya seperti tangga nada yang tercipta tergantung pada komposernya.

Magatru: Special blended Robusta - Arabica dark roast. Rasanya cenderung pahit namun masih menyisakan rasa asam yang tipis, dan aromanya kuat. Tersedia dalam dua pilihan roast bean dan powder kemasan 100 gram dengan harga Rp22.000,-. Untuk satu gelasnya seharga Rp10.000,-.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra Magatru

Pupuh Magatru menggambarkan rasa sedih, penyesalan, dan nasihat bijak. Barangkali itulah sebabnya kopi ini mengambil nama Magatru di mana rasa pahit sebagai lambang kesedihan dan penyesalan, dan rasa asam juga aroma kuat sebagai lambang nasihat dari kehidupan.

Reog: Kopi Robusta medium roast. Seperti umumnya kopi Robusta, rasa kopi ini cenderung pahit. Namun karena dipanggang tidak sampai gosong rasa pahitnya ringan di tenggorokan dengan aroma kuat. Tersedia dalam dua pilihan roast bean dan powder kemasan 100 gram dengan harga Rp17.000,-. Untuk satu gelasnya seharga Rp7.000,-.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra Reog

Reog Sunda adalah kesenian yang menggunakan tabuhan gendang. Kopi Robusta memiliki kandungan kafein lebih tinggi sehingga efeknya pada tubuh lebih atraktif seperti tabuhan gendang.

Durma: Kopi Robusta dark roast. Kopi ini rasanya cukup pahit seperti pupuh Durma yang menggambarkan rasa marah, besar hati, dan semangat. Tapi Mang Japra punya cara sendiri agar kopi ini terasa lebih nikmat. Jamur Kembar dibuatkan es kopi Durma atau bir kopi. Tampilan kopi ini sekilas memang mirip bir namun berwarna gelap dengan busa tebal di atasnya. Ditambah gula sedikit sehingga rasa pahitnya lembut dan ringan ditenggorokan. Rasanya seperti ada salju yang meluncur di tenggorokan. Tersedia dalam dua pilihan roast bean dan powder kemasan 100 gram dengan harga Rp17.000,-.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra Durma
Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Es kopi Durma Mang Japra

Asmarandana: Peaberry atau kopi lanang ,baik itu Arabica maupun Robusta. Kopi ini digadang-gadang baik untuk para lelaki karena dapat meningkatkan kejantanan. Tidak heran jika kopi ini diberi nama Asmarandana yaitu pupuh yang menggambarkan asmara, birahi, cinta, dan kasih sayang. Tersedia dalam bentuk roast bean kemasan 100 gram dengan harga Rp70.000,- untuk Arabika dan Rp50.000,- untuk Robusta. Untuk satu gelasnya seharga Rp15.000,-.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra Asamarandana

Dangdanggula: Biji kopi Arabika dari luwak liar. Rasa kopi Dangdanggula ini spesial dan berkarakter karena terbuat dari fermentasi luwak liar. Kandungan kafeinnya lebih rendah dari kopi Arabika biasanya. Itulah barangkali yang menyebabkan kopi ini diberi nama Dangdangula, pupuh yang menggambarkan kedamaian, keindahan, keagungan, dan kegembiraan. Tersedia dalam bentuk roast bean kemasan 100 gram dengan harga Rp130.000,-. Untuk satu gelasnya seharga Rp25.000,-.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra Dangdanggula

Jamur Kembar mencoba semua kopi di atas. Saat meminum kopi Mang Japra, Jamur Kembar seolah dilenakan oleh rasa kopi Priangan yang nikmat. Ada alunan rasa dari tatar Sunda dalam secangkir kopi Mang Japra. Cerita, rasa, dan irama yang lebur dalam setiap tetesan kopi.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra diseduh dengan Vietnam Drip

Kedai Mang Japra khusus melayani manual brew saja. Kamu bisa memilih metode penyajian kopi dengan V60, Vietnam Drip, atau tubruk.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Kopi Mang Japra diseduh dengan V60

Selain kopi, Mang Japra juga menyediakan minuman lain seperti es timun serut, es melon serut, aneka jus, dan milkshake. Harganya beragam mulai dari Rp3.000 sampai Rp9.000,- ramah banget di kantong ya :)

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Es timun serut Mang Japra

Sajian Makanan
Kedai Mang Japra menyediakan makanan berat seperti nasi ayam sambel penyet, nasi goreng, kwetiaw, mie goreng, tomyam, dan lain-lain. Harganya mulai dari Rp15.000,- sampai Rp20.000,-.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Nasi ayam sambel penyet Mang Japra

Kalau Jamur Kembar sukanya ngopi sambal nyemil. Mang Japra menyediakan pilihan camilan seperti pisang goreng, bala-bala, burayot, dan camilan khas Sunda lainnya. Harganya mulai dari Rp5.000,- sampai Rp12.500,- per porsi.

Alunan Rasa Dari Tatar Sunda Dalam Secangkir Kopi Mang Japra
Menu camilan Mang Japra

Buat kamu yang pengin tahu kopi khas Priangan bisa mencoba kopi Mang Japra.


Kopi Mang Japra
Jl. Salendro Raya No. 17B Bandung
Jam buka senin – minggu pk. 09.00 – 21.00 WIB
Instagram: @KopiMangJapra

Referensi:
The Road to Java Coffee, Prawoto Indarto
http://kuyahejo.com/pupuh-sunda/
http://myjournal10sao.blogspot.co.id/2016/03/17-pupuh-sunda.html
SHARE

About Evi Sri Rezeki

5 komentar :

  1. Perasaan pernah denger deh nama asmarandana...tapi lupa itu apa... Lagu chrisye apa lagu guruh sukarno putra ya? Nama yg familiar tapi lupa itu apa

    BalasHapus
  2. "hanya" minum kopi aja bisa dapat bonus cerita sejarah kopi di bumi Parahiyangan ya mbak :D

    BalasHapus
  3. Alamaaak.. kedai kopinya bikin betaaah.

    BalasHapus